PBB Serukan Perlindungan Terhadap Kaum Gay


 

PBB menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk serius dalam perlindungan terhadap kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Seruan ini menyusul semakin banyaknya kekerasan terhadap kaum LGBT, dan banyak negara-negara yang mengkriminalkan mereka yang berorientasi seks menyimpang ini.
Seruan PBB tersebut termaktub dalam laporan Komisi Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay, di Jenewa, diberitakan oleh Reuters, Kamis 15 Desember 2011. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa kekerasan terhadap kaum LGBT semakin hari semakin mengkhawatirkan, bahkan sampai pembunuhan dan mutilasi.

“Homophobic dan transphobic (phobia pada homoseksual dan transeksual) tercatat di semua wilayah. Kekerasan bisa dalam bentuk fisik (pembunuhnan, pemukulan, penculikan, perkosaan dan pelecehan seksual) atau psikis (ancaman, pemaksaan dan perampasan kebebasan),” kata Pillay.

Dalam laporan, dikatakan bahwa LGBT kerap menjadi korban kelompok ekstremis agama, paramiliter, neo-Nazi dan ekstremis sayap kanan. Dalam beberapa kasus, korban dimutilasi dan dikebiri. Paling menyedihkan, korban tewas dibunuh anggota keluarganya sendiri, pembunuhan mereka disebut sebagai penyelamatan harga diri.

Beberapa negara disebut dalam laporan PBB, termasuk Indonesia. Menurut laporan tersebut, terdapat kasus pemukulan terhadap pasangan homoseksual di sebuah kantor polisi di Indonesia. Padahal, kantor polisi itu seharusnya melindungi mereka dari amuk massa. Tidak disebutkan kantor polisi daerah mana yang dimaksud dalam laporan tersebut.

Beberapa negara lainnya, seperti Swedia, Belanda, Portugal, El Savador, Kyrgyzstan dan Afrika Selatan juga memiliki catatan kekerasan terhadap kaum gay. LGBT disiksa, diperkosa, dibunuh, dan dilecehkan di negara-negara ini.

Dalam laporan juga ditulis bahwa terdapat 76 negara di dunia yang menjatuhkan hukuman kriminal bagi tindakan homoseksual. PBB menyerukan negara-negara ini segera mencabut undang-undang tersebut.

“Hukum tersebut, yang biasanya disebut ‘hukum sodomi’, adalah peninggalan zaman kolonial. Hukumannya beragam, mulai dari penjara singkat sampai seumur hidup, bahkan hukuman mati,” tulis laporan.

PBB menuliskan, ada lima negara yang menerapkan hukuman mati bagi kaum LGBT. Tidak disebutkan negara mana yang dimaksud, tapi para aktivis menyebutkan bahwa negara-negara itu adalah Iran, Mauritius, Arab Saudi, Sudan dan Yaman. Selain kelima negara itu, Nigeria dan Somalia juga menerapkan hukuman mati pada para gay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: