Mari…Kita Usir “Musuh-musuh” Karpet!


 

 Seperti halnya sofa, karpet telah menjadi salah satu perabot setia menemani penampilan sebuah ruangan. Di samping mempercantik ruangan, karpet dapat menjadi alas duduk yang menggantikan keberadaan kursi.

Namun demikian, karpet ternyata punya banyak “musuh”. Siapa lagi kalau bukan debu, noda makanan, hingga ompol si kecil.

Beberapa tindakan sederhana dapat dilakukah untuk mengusir musuh-musuh tadi. Yang penting, karpet harus dibersihkan secara teratur agar warnanya awet dan bebas dari kuman penyakit.

Untuk membersihkan debu yang menempel di karpet, Anda bisa menggunakan alat penghisap debu minimal tiga kali seminggu. Beberapa orang bahkan menaburkan soda kue ke atas karpet satu jam sebelumnya.

Sekali dalam enam bulan, cucilah karpet dengan deterjen khusus. Kegiatan ini akan merepotkan dan memerlukan tempat luas untuk menjemur. Oleh sebab itu, kita bisa memanfaatkan jasa pencucian karpet yang sudah jamak beroperasi.

Setiap dua atau tiga bulan sekali, kita bisa mengubah posisi karpet agar bidang yang kering terinjak atau dilewati orang bisa berganti posisi, sehingga warna karpet selalu seimbang (tidak terkesan belang).

Karpet juga tak bisa lepas dari ancaman noda, es krim misalnya. Bila terlanjur terpapar noda, kita bisa menggunakan alkohol. Caranya, basahi kain kering dengan alkohol lalu tekan kain secara perlahan pada karpet yang terkena noda es krim.

Namun, hati-hati, jangan sampai alkohol menembus bagian belakang karpet yang terbuat dari karet. Kemudian, tuangkan sedikit air yang dicampur dengan deterjen pada bagian terkena noda es krim sambil ditekan dengan kain lap.

Selanjutnya, ulangi beberapa kali pemberian larutan air dan deterjen tadi, lalu bilas dengan air hingga bersih. Kemudian, keringkan karpet dengan kain kering.

Lelehan lilin menjadi musuh paling berat bagi karpet. Namun, kita bisa coba membersihkannya dengan meletakkan selembar kertas di atas lelehan lilin yang mengeras, lalu timpa dengan setrika dengan tingkat pangs sedang. Diamkan sesaat hingga lilin panas dan terserap kertas. Selanjutnya, angkat kertas yang sudah terdapat lilin.

Tapi, bagaimana jika warna karpet memudar?

Kita bisa coba mengembalikannya dengan menaburkan garam dapur sebanyak mungkin dan diamkan sekitar satu jam. Lalu, bersihkan dengan penghisap debu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: