Di Bui, Carlos Si Serigala Divonis Bui Lagi


 

Meski belum selesai menjalani vonis penjara, militan Marxis legendaris, Ilich Ramirez Sanchez alias Carlos si Serigala, kembali divonis penjara seumur hidup oleh pengadilan Prancis. Vonis pada Kamis 15 Desember 2011 ini atas kasus pemboman yang menewaskan 11 orang tiga dekade lalu.

Keturunan Venezuela yang kini berusia 62 tahun itu sebenarnya sudah menjalani hampir 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan dua polisi dan seorang informan di Paris pada 1975. Tahun 2011 ini, pengadilan khusus terorisme di Paris menambah hukuman 18 tahun penjara atas Carlos.

Akibat vonis baru ini, Carlos pun dipastikan gagal bebas bersyarat dari penjara yang direncanakan pada 2012 nanti. Terang saja, vonis ini disebut para pembela Carlos sebagai skandal dan mereka akan mengajukan banding.

Kasus terbaru ini, Ramirez atau Carlos dituduh mengotaki empat penyerangan di Prancis atas dua kereta api, satu stasiun kereta api dan satu jalan di Paris yang menewaskan 11 orang dan melukai hampir 200 orang. Jaksa menyebut, aksi itu jawaban atas penangkapan dua anggota gang Carlos oleh polisi, termasuk kekasihnya.

Pada Kamis itu, Carlos yang pernah menjadi buronan internasional sekelas Osama bin Laden itu, membacakan pembelaannya selama lima jam. Dia menyebut dirinya sebagai ‘syuhada hidup’ dalam pembelaan atas ketidakbersalahannya.

“Saya sedang di penjara… dituduh dalam sebuah kasus yang sudah ditentukan sebelumnya,” katanya di Pengadilan.

Bin Laden di Zamannya

Ramirez dulu terkenal dengan gayanya yang seperti gerilyawan Argentina, Che Guevara. Memakai baret, menghisap cerutu, dia beraksi melakukan penyanderaan menteri-menteri negeri penghasil minyak, OPEC, di tahun 1975.

Ramirez dilahirkan di Tachira, Venezuela, berayahkan seorang pengacara beraliran Marxis yang membubuhi nama ketiga anaknya dengan Ilich, Vladimir, Lenin, yang menggambarkan pengidolaannya pada Vladimir Ilich Lenin, pendiri Uni Soviet. Saat sekolah di Caracas, Ramirez sudah bergabung dalam gerakan pemuda partai komunis, bahkan pernah ikut sekolah perang gerilya yang digelar Kuba.

Ramirez kemudian kuliah di Universitas Patrice Lumumba, Moskow, namun pada 1970 dikeluarkan. Dia lalu bergabung dengan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang beraliran kiri. Perekrutnya di organisasi perlawanan rakyat Palestina ini memberinya nama alias, Carlos. Konon setelah itu, Ramirez masuk Islam.

Di masanya, Carlos seperti Osama bin Laden di era 2000-an. Aksi-aksi terornya menyebar di sejumlah benua, termasuk yang paling fenomenal saat menyandera menteri OPEC di Wina, Austria.

Tahun 1994, Carlos tertangkap di Sudan dan tahun 1997 dia dibawa ke Prancis untuk diadili.

Pembelaan

Di saat pembelaan atas dakwaan vonis keduanya, Carlos masih bercerita mengenai topik strategi zionis dan imperialisme. Tak lupa, dia juga berkisah kejatuhan Muammar Khadafi, pemimpin Libya. Nada suaranya menurun, dia membacakan yang disebutnya sebagai pesan terakhir Khadafi.

“Saya akan terus berjuang,” kata Carlos lalu berhenti, menahan perasaannya. Sekumpulan anak-anak muda di ruang pengadilan mulai mengangkat tinjunya ke atas, pertanda mendukung Carlos.

“Assalamualaikum,” kata Ramirez lalu mengacungkan pula tinjunya ke atas, mengakhiri pembelaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: