Desain Futuristik dengan Warna Berani


 

detail berita

JAKARTA – Dari segi desain interior, bangunan kantor yang berkonsep eco architecture pada 2012 diprediksi banyak menggunakan gaya minimalis modern atau futuristik. Gaya ini menekankan perpaduan material modern dengan gaya yang lebih dinamis, yaitu dengan pemakaian bentuk-bentuk arsitektural yang lebih bervariasi serta tidak kaku.
Model interiornya pun mengikuti fungsi sehingga bentuk-bentuk tidak perlu dihilangkan. Atau seperti dijelaskan arsitek Andry Hermawan, disebut juga desain organik yaitu desain yang mengikuti bentukan-bentukan alam.

Contohnya atap bangunan yang dibuat melengkung, berbukit dan berlembah, atau menyerupai bentuk alami kontur tanah. ”Dulu bentuk perabotnya kaku, bersudut atau garis linier. Tapi, sekarang dan tahun depan agaknya model organik seperti lengkung, kurva, wave, dan square banyak dipilih. Lebih kepada desain model dekonstruktif,” sebutnya.

Berbicara warna, Andry mengemukakan nuansa yang lebih lembut dan warna pastel akan booming. Namun, warna terang dan berani seperti oranye atau ungu juga sah-sah saja dipilih.

Karena salah satu prinsip green building adalah penggunaan lighting yang minim, maka semburat dan pantulan warna dari dinding dapat dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami. ”Ruang kantor pun menjadi lebih adem dan nyaman untuk bekerja,” imbuhnya.

Sementara itu, arsitek Bambang Eryudhawan mengatakan tema simpel dan ringan akan semakin mencorong. Elemen dan aksesori ruang yang diletakkan terbatas pada benda sesuai fungsinya, dan jumlahnya pun tidak banyak.

”Sepertinya nanti kantor tidak perlu ruang yang besar dan meriah, karena kebanyakan sudah mobile office. Rapatnya pun lebih banyak di restoran sambil makan-makan,” kata Bambang. Warna-warna dinding yang terang dan ceria, ujar Bambang, akan banyak digunakan. Alasannya, untuk menghemat pencahayaan di dalam ruang.

Jika warna gelap yang disapukan tentu bakal menyulitkan mata dalam hal pandangan ke sekeliling, apalagi kantor sekarang banyak yang sudah menggunakan perangkat komputer layar lebar yang membutuhkan penerangan yang cukup.

Selain itu, salah satu ciri bangunan hijau, timpal Andry, adalah tersedianya public space yang cukup luas. Ini semacam ruang terbuka hijau atau taman cantik yang digunakan pegawai kantor untuk bercengkerama dan berinteraksi.

Di tengah sifat individualitas masyarakat kota besar saat ini, pakar arsitektur merasa perlu membuat area khusus untuk mengedepankan kembali sifat manusia sebagai makhluk sosial.

”Memang persentasenya tidak banyak dibandingkan luas keseluruhan bangunan. Namun, pembangunan public space ini penting untuk memperbaiki sifat sosial para pekerja di daerah urban,” tutur Andry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: