Federer Tebar Ancaman untuk Musim 2012


 

LONDON – Superstar Swiss, Roger Federer, mengobati performanya yang kurang meyakinkan sepanjang musim 2011 ini dengan merengkuh gelar turnamen akhir tahun ATP World Tour Finals. Pemain nomor tiga dunia ini pun mengakui, gelar tersebut yang diraih pada Minggu (27/11/11), akan jadi batu loncatan untuk merengkuh trofi grand slam di musim 2012.
Memang, musim ini prestasi Federer termasuk yang paling buruk sejak 2002. Pasalnya, mantan pemain nomor satu dunia ini gagal merengkuh satu pun gelar grand slam, yang menjadi ukuran kesuksesan terbesar seorang pemain.

Saya merasa merasa seperti tampil selama beberapa minggu terakhir, dan ini memberikan kepercayaan diri yang tinggi kepadaku untuk tahun depan
— Roger Federer

Meskipun demikian, Federer tak patah arang. Pemain berusia 30 tahun ini menunjukkan bahwa dia belum “habis”, sehingga bisa menjadi juara ATP World Tour usai menang 6-3, 6-7 (6/8), 6-3 atas petenis Perancis, Jo-Wilfried Tsonga dalam duel di O2 Arena, London. Dalam perjalanannya menuju partai puncak event yang mempertemukan delapan petenis terbaik dunia ini, Federer juga membungkam rivalnya sepanjang era Open, yaitu Rafael Nadal.

Alhasil, Federer mencapai kesuksesan besar dalam tiga turnamen terakhir yang diikutinya, karena lebih dulu menjuarai Basel Terbuka dan Paris Masters, sebelum datang mempertahankan gelar di London. Hasil ini pun membuat Federer mencetak 17 kemenangan beruntun, dan dia pasti kembali ke peringkat tiga dunia, menggeser petenis Inggris Andy Murray, yang kalah pada pertandingan pembuka ATP World Tour dan akhirnya mundur karena cedera.

Peraih 16 gelar grand slam ini, yang terakhir kali menjuara juara sebuah turnamen major pada Australia Terbuka 2010, optimistis, performanya sepanjang pekan ini di London menjadi bukti bahwa dia masih kompetitif. Ini menjadi tanda bahwa pada musim 2012 dia bisa bangkit untuk kembali berjaya.

“Saya merasa merasa seperti tampil selama beberapa minggu terakhir, dan ini memberikan kepercayaan diri yang tinggi kepadaku untuk tahun depan,” ujar Federer, setelah meraih trofi ke-70 dalam kariernya di final ke-100.

Meskipun bangga dan siap menghadapi tantangan musim depan, Federer tetap memperhitungkan para rivalnya yang justru “loyo” di ATP World Tour.

“Tentu, memenangi grand slam pasti menyenangkan. Saya sudah gagal dalam beberapa kesempatan tahun ini, dan mungkin juga beberapa pada tahun lalu. Jadi saya merasa seperti terpojok. Mungkin tidak. Para pemain lain tentu memiliki sebuah peran untuk memainkan ini.”

Federer mengakui, ancaman utama untuk mewujudkan impian besar itu akan datang dari para rival lama, yaitu trio Nadal, Novak Djokovic, dan Murray.

“Novak merupakan Player of the Year, yang tak terbantahkan lagi. Dia bisa meraih 40 kemenangan beruntun dari awal musim untuk meraih prestasi,” jelas Federer.

“Saya pikir Andy juga memainkan sebuah musim yang hebat tahun ini, dia aikan menjadi pemain yang tangguh untuk dikalahkan tahun depan. Dan Rafa, dengan kelasnya, dia selalu menjadi ancaman untuk memenangi semua turnamen besar.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: