Penipu dari China Berkeliaran di Indonesia


 

VIVAnews – Sejumlah warga Pontianak, Kalimantan Barat berhasil ditipu oleh seorang wanita berkewarganegaraan China, Chang Shia (40). Modus yang digunakan adalah dengan menghipnotis para korban. Kini, perempuan ini telah ditangkap oleh polisi.
Salah seorang warga Pontianak, Mia –bukan nama sebenarnya– mengaku telah ditipu oleh Shia saat berada di Pasar Kemuning Jumat Pekan lalu. Dia mengaku Shia bersama temannya membujuknya dalam waktu yang agak lama. Beberapa saat kemudian, Mia pun menyerahkan sejumlah perhiasan yang ia kenakan secara tidak sadar.

Tak hanya perhiasan, Mia mengaku juga telah menyerahkan uang sebesar Rp70 juta. Mia mengatakan, saat beraksi, Shia hanya berpesan bahwa uang beserta sejumlah perhiasan itu  akan dipakai sesaat untuk keperluan alat doa. Mia juga dititipi sebuah bungkusan. “Saya terkejut saja bukan main. Janjinya hanya sebentar, tapi kok lama. Saking penasaran bungkusan saya buka, uang dan perhiasan saya berubah menjadi roti,” ujar Mia di Pontianak, Jumat 25 November 2011.

Menurut Mia, ada sekitar  lima orang temannya mengaku telah ditipu oleh  perempuan tersebut. Akan  tetapi, teman Mia belum sempat melaporkan kejadian ini kepada polisi setempat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan VIVAnews.com di ruang penyidik Polresta Pontianak tampak dikunjungi sejumlah warga. Mereka adalah korban hipnotis Shia. Suasana pun menjadi riuh. Pasalnya, sejumlah  korban yang kebanyakan perempuan berteriak-teriak menghujat Shia.

Anggota penyidik Polresta Pontianak pun dibuat kesal dengan ulah pelaku. Pasalnya, Shia selalu menggunakan bahasa Mandarin saat diperiksa. Padahal, Shia sebenarnya fasih berbahasa Indonesia. “Ini bukan kejadian yang pertama. Ketika itu ada juga pelaku yang berpura – pura tidak mengerti bahasa Indonesia. Setelah dimasukkan ke ruang tahanan baru bilang minta tolong dimaafkan menggunakan bahasa Indonesia,” kata seorang penyidik yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polresta Pontianak Komisaris Puji Prayitno mengungkapkan, penyilidikan masih akan terus dikembangkan lebih dalam. “Untuk saat ini kita masih menghitung sejumlah uang dan perhiasan yang digelapkan oleh pelaku. Kita masih terus mengembangkan kasus ini,” kata Puji Prayitno.

Puji menambahkan, kalau mengacu dari hasil  sejumlah pengakuan  korban penggelapan uang dan perhiasan tesebut  yang sudah digelapkan oleh pelaku senilai miliaran rupiah. Polisi menduga akibat ulah penggelapan itu jumlah korbannya bisa mencapai belasan hingga puluhan orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: