Ternak Lele, Solusi Korban Merapi


 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Beternak lele bisa menjadi solusi ekonomi korban Merapi pascamasa pengungsian. Selain karena mudah dan murah, pasarnya juga terbuka. Menurut seorang peternak, Purnomo, satu bibit lele sepanjang tujuh sentimeter berharga Rp 200 dan bisa dipanen dalam tiga bulan.

Satu lele bisa mencapai berat 100 gram dan dijual seharga Rp 10.000-Rp 11.000 per kilogram. Lele bisa dipelihara di kolam berair diam berukuran 1 meter kubik. Kolam seukuran itu bisa diisi 150 lele.

“Untuk yang sudah jago, kolam seukuran itu bisa untuk memelihara 500 lele,” ujar Purnomo. Lele mengonsumsi pelet yang harganya sekitar Rp 7.000 per kilogram. Kebutuhan pakan adalah tiga persen dari bobot total lele yang dipelihara. Dengan begitu, kebutuhan makan berfluktuatif sesuai perkembangan lele.

Untuk perhitungan bisnis, satu kilogram pakan harus menghasilkan satu kilogram daging lele. Dibanding ikan gurami dan nila, nilai ekonomis memang lele kalah. Menurut Purnomo, harga gurami mencapai Rp 20.000 per kilogram, sedangkan harga nila mencapai Rp 14.000. Namun, kedua ikan itu baru bisa dipanen dalam waktu lebih lama dibanding lele. Nila baru dipanen setelah 5 bulan, sementara gurami setahun.

Dengan meletusnya Merapi, lele menjadi salah satu solusi warga dalam membangun perekonomian kembali, terutama karena masa tanam sampai panen lebih pendek. Selain itu, dengan tercemarnya sungai oleh pasir dan belerang Merapi, beternak ikan air diam relatif lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: