Sanggup Kalahkan Pesona Obama Headline


Headline

INILAH.COM, Washington – Kemenangan partai oposisi, Republik, di Kongres (DPR) AS, mencuatkan nama Pimpinan Mayoritas Kongres AS John Boehner. Sebagai ungkapan haru, politisi berkharismatik ini pun menitikkan air matanya.
John Boehner memberikan pidato pertamanya, usai Partai Republik dipastikan menang di Kongres. Dengan mata berlinang, pria berusia 63 tahun ini pun mencurahkan perasaaanya. “Kebebasan ekonomi, kemerdekaan individual dan tanggung jawab pribadi. Saya memegang teguh prinsip ini dan hidup berdasarkan nilai tersebut. Saya menghabiskan seumur hidup mengejar American Dream,” ujarnya.

Boehner mengungkapkan dengan penuh haru, perjuangannya menuju ke tempat ia berdiri saat ini tak mudah. Ia memulai dengan mengepel lantai, menunggu meja para tamu dan menjaga bar ayahnya. Ia bersekolah sambil kerja dan bahkan rela melakukan pekerjaan malam.

“Saya curahkan hati untuk bisnis kecil. Dan ketika saya melihat bagaimana Washington terasa begitu jauh dengan nilai-nilai yang dianut bangsa hebat ini, saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik,” ujarnya. Dalam pidato itu juga menyempatkan berterima kasih kepada istri, dua putrinya serta keluarga dan kawan-kawannya di Ohio.

Boehner, dibaca beyner, adalah sosok yang baru diperhitungkan namanya sejak menjabat sebagai ketua fraksi Republik di Kongres, sejak 2007 lalu. Pria kelahiran 17 November ini mengawali karirnya di Negara Bagian Ohio pada 1985 silam, sebagai anggota DPRD setempat. Namanya melambung lima tahun kemudian, saat Boehner menjadi salah satu anggota tim Gang of Seven yang dibentuk Republik.

Tim ini bekerja untuk mengusut dan mengecam skandal perbankan dan kantor pos di Kongres. Mereka juga mengkritik habis-habisan subsidi keistimewaan yang hanya dinikmati Kongres seperti salon dan restoran pribadi. Padahal, ketika itu ia hanya anak baru di panggung politik.

Sejak inilah, Boehner muncul sebagai sosok yang memepesona.Berbagai dukungan membuatnya bak rising star Republik. Bersama sejumlah politisi lain dari partai tersebut, ia menjadi salah satu insinyur Contract with America pada 1994.

Republik pun tertolong dan untuk pertama kalinya setelah empat dekade, memegang kursi mayoritas di Kongres. Pada 1995-1999, Boehner menjabat sebagai ketua Konferensi Republik di Kongres. Bukan tanpa hasil, ia menggolkan UU Kebebasan Bertani.

Saat George W Bush maju sebagai capres, Boehner sudah menarik perhatiannya. Setelah terpilih, Bush mendaulatnya menjadi kepala Komite Pendidikan dan Tenaga Kerja Kongres. Jabatan yang ia pegang hingga 2006 itu dijadikan media untuk membuat sejumlah reformasi.

Termasuk UU Pensiun dan program beasiswa untuk anak-anak tak mampu di Washington. Boehner adalah penggebrak program No Child Left Behind yang berkomitmen takkan ada lagi anak-anak AS yang ketinggalan sekolah. “Inilah pencapaian saya yang paling membanggakan,” katanya ketika itu.

Pada 2007 menandakan perubahan besar dalam karir Boehner. Jabatannya sebagai ketua fraksi itulah yang membuatnya kini menjabat sebagai ketua Kongres AS. Ia pun menjadi sosok yang menggetarkan, termasuk bagi presiden Obama.

“Washington melakukan apa yang terbaik untuk Washington, bukan apa yang terbaik untuk Amerika. Maka mulai hari ini, itu semua akan berubah. Rakyat kini menuntut langkah baru Washington,” ujarnya dalam pidato kemenangan.

Boehner adalah target kampanye Demokrat untuk menjatuhkan Republik. Pada Juli 2010, Obama terus menerus menyebut namanya dalam setiap kampanye. Presiden AS ke-44 itu menuding Boehner meyakini polisi, pemadam kebakaran dan guru adalah pekerjaan yang tidak layak dihargai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: