Pasar Khawatir Produksi Batubara BUMI Turun


Headline

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (3/11) diprediksi bergerak mendatar cenderung melemah. Salah satunya, karena pasar khawatir poroduksi batubara perseroan turun. Rekomendasi hold.
Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia mengatakan, potensi mendatarnya saham PT Bumi Resources (BUMI.JK) dengan kecenderungan melemah hari ini dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya, sentimen market, komitmen pembayaran utang dan kekhawatiran turunnya volume produksi batubara perseroan.

Karena itu, kenaikan harga batubara ke level US$100,48 per metrik ton, itu tidak mengangkat saham ini, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (2/11), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,11%) ke level Rp2.225 dengan intraday tertinggi mencapai Rp2.275 dan terendah Rp2.200. Volume transaksi mencapai 63,4 juta unit saham senilai Rp140,9 miliar dan frekuensi 1.475 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah ditutup melemah Rp25, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?
Saya melihat, pergerakan saham PT Bumi Resources hari ini, flat dengan kecenderungan melemah. Salah satunya, karena faktor indeks saham secara keseluruhan yang juga hari ini berpeluang mendatar. Sebab, pasar masih akan fokus pada hasil pertemuan The Fed 2-3 November ini. Di sisi lain, pasar juga masih menantikan laporan kinerja keuangan BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI.JK berpeluang bergerak dalam kisaran sempit dengan support Rp2.200 dan Rp2.225 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana dengan harga batubara yang naik ke atas level US$100 per metrik ton?
Jika dilihat dari berbagai indikasi, sebenarnya harga batubara naik ke level US$100,48 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle. Ini seharusnya jadi katalis penguatan saham BUMI. Hanya saja, karena sentimen market sedang negatif, kenaikan harga batubara ke level US$100,48 per metrik ton itu tidak mengangkat saham ini.

Apakah semata sentimen market?
Di sisi lain, pasar juga ingin memastikan seberapa besar komitmen BUMI dalam melakukan pembayaran utangnya. Tapi, pada saat BUMI melakukan issuing obligasi dolar senilai US$300 juta, katanya sudah dihabiskan untuk pembayaran utang. Sisanya, US$150 juta, menurut saya bisa dilunasi dengan IPO (Initial Public Offering ) anak usahanya, PT Bumi Resources Mineral (BRM) November ini.

Karena itu, IPO itu bisa jadi katalis positif ke depannya. Sebab, dari sisi pemangkasan utang, BUMI benar-benar berkomitmen. Tapi, pasar tetap takut, BUMI ingkar janji yang tadinya mau melunasi semua utangnya, tiba-tiba tidak jadi. Saya juga belum mendapat konfirmasi berapa banyak BUMI sudah membayar utang. Kita masih harus lihat, aksi korporasinya seperti apa.

Bagaimana dengan kinerja BUMI untuk kuartal ketiga 2010?
Dari sisi laporan keuangan kuartal ketiga, pasar mengkhawatirkan volume produksi batubara BUMI menurun. Jika turun, ini bisa menghambat laba bersih BUMI untuk kuartal ketiga. Hanya saja, karena kinerja kuartal kedua bagus, masih bisa diharapkan kuartal tiga pun positif.

Jika ternyata penjualannya turun?
Kalaupun volume penjualannya turun, laba BUMI akan terbantu dengan kenaikan harga batubara. Harga batubara BUMI merupakan yang termahal setelah harga batubara PT Indo Tambangraya Megah (ITMG.JK). Harga batubara BUMI di kisaran level US$90 per metrik ton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: