Lima Syarat Redenominasi Sukses dari Perbanas


VIVAnews – Kendati bank sentral mengendurkan wacana soal redenominasi atau penyederhanaan nilai nominal rupiah, namun dukungan terhadap program ini terus bergulir.

Banyak pihak berharap wacana ini bisa direalisasikan agar nilai rupiah terangkat di hadapan mata uang negara lainnya, serta meningkatkan efisiensi dalam transaksi pembayaran.

Agar rencana redenominasi bisa diwujudkan dengan sukses, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Swasta Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menyampaikan sejumlah syarat yang perlu dilakukan oleh bank sentral dan pemerintah.

“Dari perbankan juga berkepentingan, kami siap membantu sosialisasi,” kata Sigit kepada VIVAnews baru-baru ini. Sebab, dia menekankan jika dijalankan perbankan akan mendapatkan manfaat besar dari redenominasi, berupa efisiensi pembayaran dan penyimpanan memori.

Tetapi, dia mengingatkan program ini harus benar-benar dijalankan dengan hati-hati, serta memperhatikan sejumlah persyaratan agar masyarakat tidak panik dengan penerapan ini.

Pertama, yang paling krusial adalah penjelasan kepada masyarakat bahwa redenominasi adalah bukan sanering atau memotong nilai uang. Tetapi, ini hanya perubahan penyebutan angka nominal rupiah dengan menghilangkan tiga angka 000.

“Ini akan sangat sulit dijelaskan karena pemahaman masyarakat sangat beragam dari Sabang sampe Merauke,” kata Sigit.

Menurut dia, ada yang memahami ekonomi moneter, ada yang sedikit paham, hingga ada yang sama sekali tidak memahami ekonomi moneter. “Pengetahuan sangat beragam sehingga sosialisasi redenominasi harus sangat matang, terinci dan jelas.”

Kedua,
wacana, usulan dan pelaksanaan redenominasi harus dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik bersama pemerintah, perbankan, dan dunia usaha. Konsep ini harus menjadi konsensus nasional sehingga semua pihak mendukung. “Jangan sampai, tiba-tiba pemerintah kaget seperti saat wacana ini dimunculkan beberapa waktu lalu.”

Ketiga, pemerintah dan Bank Indonesia harus menjamin bahwa masyarakat tidak dirugikan dengan program redenominasi. Karena itu, inflasi juga harus benar-benar dikendalikan. Ini sangat penting agar tidak ada kekhawatiran dan kekacauan bagi masyarakat ketika program itu dijalankan.

Keempat,
redenominasi tidak dilakukan pada saat sekarang, melainkan pada masa yang akan datang. Seperti disebutkan oleh Bank Indonesia bahwa redenominasi baru mulai diterapkan pada 2013, sebagai masa transisi. “Soal waktu ini harus ditekankan agar masyarakat mengetahui.”

Kelima,
yang harus diwaspadai dan dikendalikan adalah risiko kemungkinan potensi keadaan seperti ini dimanfaatkan orang untuk spekulasi dan menyebar rumor yang tidak benar. “Mereka, para spekulan akan mengambil keuntungan dengan menyebarkan rumor yang tidak benar.”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. redenominasi ini hanya menguntungkan untuk kalangan perbankan saja karena bagi perbankan uang adalah dari bank oleh bank dan untuk bank saja, sedangkan harusnya yang benar adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. rakyat dibiarkan tertindas dengan inflasi yang makin tinggi sedangkan pengangangguran semakin melebar. redenominasi adalah salah satu cara bank untuk merampok nilai uang rakyat. yang makin kaya adalah kalangan pejabat perbankan dan pejabat pemerintah saja. sebaiknya dihentikan redenominasi ini dengan cara memberhentikan pejabat BI dan pejabat pemerintah yang ngotot untuk kepentingannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: