Castro: AS dan Israel Akan Serang Iran


HAVANA, KOMPAS.com — Pemimpin Kuba Fidel Castro memperingatkan potensi kematian massal akibat perang nuklir. Castro menuduh Amerika Serikat mempersiapkan perang nuklir di Timur Tengah. Castro menyatakan hal ini di hadapan parlemen Kuba untuk pertama kali sejak kesehatannya menurun, empat tahun lalu.

Castro terlihat lebih sehat dan energik dibandingkan dengan beberapa penampilannya yang lalu. Dia tampil di podium di Sidang Umum di Kuba, Havana, Sabtu (7/8/2010).

Dalam beberapa seri artikel di internet, Castro mengungkapkan kekhawatiran tentang AS dan Israel yang segera melancarkan serangan nuklir terhadap Iran.

Castro mengatakan, perang itu hanya menunggu perintah dari Presiden AS Barack Obama. ”Namun, jika dia mengetahui konsekuensi perintahnya, dia tidak akan melakukannya,” ujar Castro. ”Kami semua sedang berusaha untuk membujuknya,” ujar pemimpin komunis Kuba itu.

Dia menekankan lagi, jika perang nuklir tidak dapat dihindari, tatanan dunia saat ini akan langsung hancur. Menurut Castro, keuntungan yang dimiliki Obama adalah dia tidak bisa sama dengan mantan presiden AS lainnya, seperti Richard Nixon, yang terpaksa mundur pada tahun 1974 karena skandal politik. ”Nixon adalah orang yang sinis,” ujar Castro. Menurut dia, AS memiliki banyak sekali presiden yang bersikap sinis.

Castro mengatakan, dua bulan lalu, dia sangat yakin perang nuklir antara AS dan Iran akan meletus. Namun, kali ini dia berharap konflik itu dapat dihindarkan. Dia mengatakan, jika perang nuklir terjadi akan membuat ”kematian instan” jutaan orang.

Siap tampil

Castro berkuasa di Kuba selama 48 tahun dan turun pada tahun 2006 setelah menderita sakit lambung. Tampuk pimpinan di Kuba saat ini berada di tangan saudaranya, Raul Castro.

Saat berpidato, dia tampil bersama dengan istrinya, Della Soto del Valle. Hal ini seolah menyiratkan kesehatan Castro sudah pulih dan siap tampil lagi di panggung politik.

Para pemimpin Kuba, termasuk Presiden Kuba dan anggota parlemen, menyambut pidato Castro dengan gempita dan meneriakkan ”Viva Fidel” ketika Bapak Revolusi itu memasuki ruang sidang.

Pidato Castro tersebut disiarkan secara langsung oleh televisi dan radio nasional Kuba ke segala penjuru negeri.

Castro yang pada 13 Agustus mendatang akan berusia 84 tahun hanya menyampaikan pidatonya selama kurang dari 10 menit. Biasanya, Castro yang juga seorang orator ulung mampu berpidato selama berjam-jam dengan penuh semangat.

Terakhir kali Castro tampil di depan publik menyampaikan pidatonya adalah ketika perayaan revolusi Kuba, 26 Juli lalu. Itu merupakan penampilan ketujuhnya dalam jangka waktu tiga pekan.

Walaupun tidak lagi menjabat sebagai presiden, Fidel Castro masih memegang posisi penting sebagai sekretaris pertama pada Partai Komunis. Selain itu, dia juga masih menjabat sebagai anggota legislatif Kuba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: