Tak Ada Jaminan Kesejahteraan Petani


JAKARTA, KOMPAS.com — Siapapun yang menduduki tampuk pimpinan di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tidak menjamin membuat petani sejahtera. Berdasarkan data Lembaga Survey Indonesia(LSI) medio tahun 1993-2003 mencatat bahwa jumlah petani gurem yang hanya memiliki lahan hanya setengah hektar semakin meningkat.
Pada tahun 1993 jumlah petani gurem berjumlah 10 juta orang, sementara pada tahun 2003 meningkat menjadi 17,7 juta.
“Ini justru naik sebesar 26,8 persen, ” ujar peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi saat acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (10/7/2010).

Selain itu pula, menurut data Badan Pusat Statistik(BPS) pada sensus penduduk terakhir angka kemiskinan naik menjadi 60 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah berasal dari petani.

“Tak ada perubahan signifikan atas silih bergantinya ketua HKTI, ini hanya kepentingan elitnya, jangan berharap banyak dari organisasi ini, ” jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Burhanuddin, semua ketua HKTI yang pernah menjabat juga memiliki program yang nyaris tidak ada yang berbeda, semua sama.

“Misi-misi kebijakan dan dasar kepemimpinan HKTI tak ada yang berbeda, dari agenda yang diberikan sama semua, menyinggung kesejahteraan petani, instrumen fiskal dan moneter, politik pertanian, penyediaan kredit melalui bank pertanian, yang membedakan adalah eksekusi,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: