Orang Asing Mulai Diserang


CAPE TOWN, KOMPAS.com – Orang asing mulai diserang akibat pengaruh xenofobia (kecemburuan atau kecurigaan kepada orang asing). Sekelompok pemuda di Khalietshya sudah mulai melakukan teror dengan melempar batu dan merusak toko milik orang asing.
Aksi kekerasan akibat xenofobia memang terus merebak selama Piala Dunia. Kabarnya, para prbumi akan menyerang orang asing sehabis Piala Dunia 2010, atau pada 12 Juli ini.

Aksi kekerasan xenofobia ini sudah sering terjadi di Afrika Selatan (Afsel) sejak 2000. Pada tahun itu sampai 2008, terjadi kekerasan yang mengakibatkan 64 orang tewas dan ratusan lain terluka. Sedangkan khusus pada Maret 2008, kekerasan akibat xenopobia paling besar, langsung menewaskan 62 orang.

Selama Piala Dunia 2010, sebagian pribumi mencurigai banyaknya orang asing yang masuk untuk mencari rezeki. Mereka kebanyakan dari Zimbabwe, Somalia, Mozambik. Botswana, Namibia, Nigeria, dan negara Afrika lain. Orang-orang yang terkena xenofobia merasa lahan rezeki mereka terampas oleh orang asing dan mereka ingin mengusirnya.

Kini, arus pengungsi orang asing di Afsel ke negaranya masing-masing sudah mulai banyak. Bahkan, pekan lalu, ratusan pengungsi sudah mengantre di bandara maupun di jalan highway N1 untuk kembali ke negaranya.

Kamis (7/7/2010), sekelompok pemuda sudah melakukan teror di Khalietshya. Menurut Africa National Congress Youth Keague (ANCYL), teror itu dilakukan para pemuda pengangguran. Mereka bermotivasi merebut harta para pendatang.

Khalietshya memang kawasan orang hitam di Cape Town. Kebanyakan warganya berasal dari Zimbabwe, Somalia, dan Mozambik.

Ketua ANCYL, Andile Lili akhirnya memberikan pernyataan akan menjaga negara dari aksi xenofobia. Menurutnya, aksi di Khalietshya itu hanya kerjaan kelompok kecil yang mencoba mengambil keuntungan dari suasana dan isu xenopfobia.

Dia juga kecewa kepada pemerintah yang tak segera melakukan tindakan komprehensip berkenaan dengan merebaknya isu xenofobia. Dia juga menyalahkan media massa setempat yang ikut membesarkan xenofobia. Lili menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan untuk mencegah kekerasan berkenaan xenofobia. Menurutnya, tak akan ada lagi aksi xenofobia di Afsel.

Beberapa warga Cape Town yang ditanya KOMPAS.com juga menyatakan daerahnya akan aman dari xenofobia. Jika ada gerakan kekerasan, mereka siap melawannya.

“Saya jamin Cape Town aman dari aksi xenofobia. Kami cinta damai dan setiap kekerasan akan berhadapan dengan masyarakat,” kata Bolah, salah seorang pemuda di Cape Town.

Hal sama dikatakan rekannya, Karim, “Xenofobia sudah menjadi masa lalu. Kami, orang Cape Town, akan menjaga keamanan wilayah.”

Sementara kota-kota lain seperti Johannesburg dan Pretoria yang banyak pendatang, sejauh ini aman dan tenang. Hanya sempat terjadi kepanikan beberapa pendatang yang terburu-buru meninggalkan Afsel. Namun, tetap saja ada kekhawatiran terhadap xenopobia jika Piala Dunia sudah selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: