Studi: Remaja Lebih Baik ‘Terlambat’ ke Sekolah


INILAH.COM, Chicago – Waktu tambahan 30 menit untuk mulai berangkat sekolah memberikan kesempatan bagi remaja mendapatkan mood lebih baik, sarapan lebih sehat, dan kewaspadaan lebih tinggi.

“Kesimpulan ini begitu menakjubkan,” ujar Patricia Moss, dekan akademisi di sekolah Rhode Island, tempat studi ini dilakukan.

Hasil penelitian ini muncul di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Juli. Kesimpulan ini muncul di beberapa sekolah yang telah menunda waktu masuk sekolah lebih dari setengah jam.

Peneliti mengatakan adanya alasan mengapa waktu 30 menit dapat memberikan perbedaan besar. Remaja cenderung tidur larut malam, padahal harus bangun pagi untuk berangkat sekolah. Mengganggu waktu tidur dapat menyebabkan mereka grogi, terutama jika mereka memiliki masalah untuk tidur sebelum jam 11 malam.

“Ada ilmu biologi untuk ini yang saya pikir dapat memberikan bukti mengapa hal tersebut masuk akal,” kata ilmuwan di Brown University, Dr Judith Owens, kepala peneliti studi, sekaligus dokter anak di Rumah Sakit Anak Hasbro di Providence.

Diharapkan studi ini dapat menambah informasi soal pengaruh konsumsi waktu sekolah dengan perkembangan tubuh bagi remaja.

Mel Riddlie, direktur asosiasi di National Association of Secondary School Pricipals, banyak pihak sekolah yang memperlambat waktu masuk sekolah bagi para remaja, namun banyak pula yang menentang soal ini.

“Ini menyangkut kemudahan bagi orang dewasa. Ini bukan sesuatu soal belajar,” ujarnya. “Dengan pemotongan budget maka akan lebih sulit untuk melakukan ini semua.”

Banyak orangtua dan guru di St George yang menentang, namun enggan mempelajari lebih banyak soal presentasi oleh Owens yang memiliki anak bersekolah di sana.

Dimulai pada pukul 08:00 hingga 08:30. Seluruh kelas telah memotong waktu 5-10 menit untuk membuat waktu sekolah lebih panjang sehingga memungkinkan adanya aktivitas sepulang sekolah.

Bagian siswa yang melaporkan tidur kurang dari delapan jam per hari telah meningkat sebanyak 16% menjadi sekitar 55%. Di lain pihak, laporan soal waktu tidur telah berkurang secara signifikan dari 49% menjadi 20%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: