Virus di RI Bahayakan Sistem Finansial Online


INILAH.COM, Jakarta- Maraknya virus di Indonesia yang meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi dewasa ini, dikhawatirkan dapat membahayakan sistem keuangan dan akun kartu kredit.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Alex Ng, produk manager Kaspersky untuk kawasan South East Asia. “Bahaya tertinggi dari keberadaan virus dan malware dikhawatirkan dapat menyerang sistem keuangan, akun kartu kredit, detail finansial Anda atau apapun menyangkut data uang yang tersimpan secara online,” ujar Alex saat ditemui di FX Mall, Jakarta Selasa (7/6).

Menurut Alex, bentuk pembobolan suatu akun dapat terjadi dengan cara sederhana, malahan sebagian besar akibat kesalahan manusia itu sendiri. “Sebenarnya, sebagian besar karena human error. Masih banyak lapisan masyarakat yang belum memahami pentingnya sekuriti akun email ataupun ceroboh dengan undangan apapun yang mereka dapat saat online. Misalnya, perintah klik double yang datang tiba-tiba. Dan saat dilakukan ternyata mengarah kepada malware.”

Alex melihat bahwa pesatnya teknologi harus seiring dengan pemahaman masyarakat soal pembatasan informasi itu sendiri. “Kita harus berhati-hati atas perintah ataupun informasi yang kita terima saat online. Harus melakukan pengecekan,” tambahnya lagi.

Untuk jejaring sosial sendiri, Alex memaparkan bahwa tindak kejahatan dapat bermodus layanan belanja online. “Ini bisa dalam bentuk belanja online lewat Facebook misalnya dengan memberikan penawaran sejumlah voucher dengan syarat memasukkan akun email ataupun akun finansial. Padahal ini bisa jadi malware.”

Smartphone pun tidak luput dari serangan pengganggu ini. Di Indonesia sendiri Alex melihat bahwa pada tahun 2009 muncul malware dalam bentuk SMS. “Di tahun 2009, muncul sebaran malware yang menyerang smartphone dalam bentuk SMS di mana mencantumkan nomor premium dengan iming-iming hadiah.”

Kedepannya, Alex mengkhawatirkan bahwa keberadaan virus akan menjadi sulit dideteksi. “Saya khawatir nantinya ke depan kita semakin tidak sadar bahwa ada virus dalam perangkat teknologi yang kita gunakan,” tandas Alex.

Indonesia sendiri, menurut Alex, berdasarkan statistik berada di peringkat pertama kawasan Asia Tenggara sebagai pencipta virus dan malware pengganggu. “Indonesia peringkat pertama yang paling banyak menciptakan virus di kawasan Asia Tenggara,” kata Alex.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: