Transplantasi Sel Induk Obati Kebutaan


INILAH.COM, Los Angeles – Puluhan orang yang menderita kebutaan atau menderita kerusakan mata yang parah saat terkena percikan bahan kimia dapat diobati dengan transplantasi sel induk.

Kesuksesan dari terapi sel ini dikembangkan peneliti Italia. Seperti dikutip dalam Associated Press, pengobatan ini dapat digunakan pada 82 dari 107 pasang mata untuk perkembangan sejauh ini.

Satu pria dengan mata yang benar-benar rusak selama lebih dari 60 tahun telah memiliki penglihatan mendekati normal saat ini.

“Ini adalah keberhasilan yang mengagumkan,” kata ahli mata Dr Ivan Schwab dari University of California. Ia tidak memiliki peran dalam penelitian terbesar dari jenisnya ini.

Transplantasi sel induk menawarkan harapan kepada ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun yang menderita luka bakar kimia pada kornea karena melakukan tugas berat berkaitan dengan produk kimia, baik di tempat kerja maupun rumah.

Namun pendekatan ini tidak akan membantu individu dengan kerusakan saraf optik atau degenerasi makula yang melibatkan retina. Ini juga tidak dapat digunakan pada orang yang benar-benar buta di kedua mata karena para dokter memerlukan setidaknya beberapa jaringan sehat untuk melakukan transplantasi.

Dalam studi yang diterbitkan secara online di New England Journal of Medicine, peneliti mengambil sejumlah kecil sel induk dari mata sehat pasien kemudian menggandakan sel ini di laboratorium kemudian menaruh ke mata yang rusak tersebut di mana mereka dapat menumbuhkan jaringan kornea baru untuk menggantikan apa yang telah rusak. Karena sel induk dari tubuh mereka sendiri, pasien tidak perlu mengambil obat anti-rejection.

Sel induk dewasa telah digunakan selama puluhan tahun untuk mengobati kanker darah seperti leukemia dan penyakit seperti sickle cell anemia. Namun, memperbaiki masalah seperti mata rusak adalah penggunaan yang relatif baru. Peneliti telah mempelajari terapi sel bagi berbagai penyakit lainnya, termasuk diabetes dan gagal jantung, namun memiliki kesuksesan yang terbatas

Sel induk dewasa, yang ditemukan di seluruh tubuh, adalah berbeda dari sel induk embrio yang berasal dari embrio manusia dan membangkitkan keprihatinan etis karena saat mengeluarkan sel-sel tersebut perlu menghancurkan embrio.

Saat ini, individu yang mengalami luka bakar pada mata bisa mendapatkan kornea buatan, sebuah prosedur yang mungkin sebabkan komplikasi seperti infeksi dan glaukoma. Tidak hanya itu, mereka dapat menerima transplantasi menggunakan sel induk dari mayat, namun membutuhkan pemakaian obat untuk mencegah penolakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: