Yong Dae, Jago, Muda, dan ‘Good Looking’


JAKARTA, Kompas.com — Pemain Korea Selatan, Lee Yong dae, memiliki persyaratan sempurna buat seorang atlet, skill yang tinggi dan wajah yang tampan.
Bagi para pencinta bulutangkis, nama Lee Yong Dae tentu tidak asing lagi. Ya, pemain Korea Selatan ini merupakan satu dari sekian banyak jago-jago dunia yang namanya terus menanjak, seiring dengan prestasinya yang naik tajam pada usianya yang masih sangat muda.

Dalam ajang Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, 22-27 Juni ini, Yong Dae berpeluang menjadi bintang. Dari segi fisik, wajahnya tergolong rupawan. Kulitnya juga putih bersih dan tubuhnya atletis. Dia juga ramah dan murah senyum.

Di Indonesia pun Lee, yang juga piawai bermain gitar ini, mempunyai banyak penggemar. Bahkan, ada pula yang membuat Lee Yong Dae Indonesia Fansite. Luar biasa. Namanya benar-benar sangat populer ketika dia merebut medali emas ganda campuran Olimpiade 2008 di Beijing, China. Saat itu usianya belum genap 20 tahun. Perpaduannya dengan pemain putri senior Lee Hyo Jung membuat pasangan Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, sangat kecewa karena harus puas dengan medali perak di Beijing.

Tahun lalu, bersama Jung Jae Sung, dia menjadi yang terbaik di ganda putra. Usianya baru genap 22 tahun pada 11 September mendatang. Namun, berbagai gelar juara sudah diraih pemain bertinggi badan 180 sentimeter ini. Hebatnya, pemuda yang lahir di Hwasun ini begitu jago bermain di dua nomor sekaligus, yaitu ganda putra dan ganda campuran. Dua nomor itu memang spesialisnya. Dan, pemain yang digelari “Park Joo Bong baru” ini memang mempunyai prestasi menawan di dua nomor.

Kalau kita melihat kembali sepak terjangnya sejak masih yunior, pemain yang lahir di Hwasun ini memang mempunyai bakat hebat di dunia bulu tangkis. Pada Milo Junior Indonesia Open di Medan, 2004, dia bahkan bermain di tiga nomor sekaligus. Nomor tunggal juga dia kuasai dengan baik.

Dari tiga nomor itu dia merebut satu gelar, yaitu di ganda putra. Di ganda campuran, dia menembus final sebelum akhirnya menyerah di tangan ganda Indonesia, M Rijal/Greysia Polii. Di nomor tunggal, Yong Dae menembus semifinal sebelum akhirnya dikalahkan juara Gong Weijie dari China. Saat itu fisiknya tidak kelihatan melorot meskipun harus bermain di tiga nomor sekaligus.

Prestasinya memang sudah mengilap saat masih yunior dengan ditandai juara dunia yunior pada 2006, ganda putra, dan ganda campuran. Melihat prestasinya, dia mungkin akan menyamai atau bahkan melebihi prestasi legenda Korea, Kim Dong Moon, yang dua kali mendapatkan medali emas olimpiade, yaitu pada Olimpiade Atlanta 1996 (ganda campuran) dan Athena 2004 (ganda putra). Satu gelar medali emas telah dia rebut.

Melihat usianya yang masih muda, bukan tidak mungkin medali emas akan dia raih kembali pada masa mendatang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: