Lomba Sebelum Jumpa Raja Neraka


CAPE TOWN, KOMPAS.com — Portugal sudah mengarungi satu dari tiga pertandingan di fase Grup G, yaitu melawan Pantai Gading, dan cuma mendulang hasil imbang tanpa gol. Dalam dua pertandingan berikutnya, mereka akan bertemu Korea Utara dan Brasil.
Dari dua jadwal itu, pertandingan melawan Korea Utara adalah kesempatan terbaik Portugal sebelum bertemu raja neraka, Brasil. Bila gagal, mereka harus siap-siap mengangkat koper dan melangkah ke pintu keluar.

Dengan begitu, Portugal harus berusaha menampilkan penampilan terbaiknya. Tentu saja, tanggung jawab itu pertama-tama berada di tangan Pelatih Carlos Queiroz, yang pada laga melawan Pantai Gading, disebut Deco, salah taktik.

Tumpuan kedua, tentu saja sang kapten, Cristiano Ronaldo. Sebagai pemain terbaik Portugal, ia sangat diharapkan bisa menunjukkan keterampilan, kedewasaan, dan kecerdasan menerjemahkan keinginan Queiroz kepada teman-temannya di lapangan.

Sayangnya, dengan tekanan sebesar itu, Ronaldo masih berat melepas egonya. Lihat saja, dalam pertandingan melawan Pantai Gading, ia mudah menyerah ketika harus ditantang bermain keras.

Dalam sejumlah kontak fisik, Ronaldo kerap memilih jatuh, sambil berharap lawan mendapat hukuman dan timnya memperoleh keuntungan. Bahkan, setelah laga, ia mengajukan protes kepada wasit yang dinilainya kurang melindungi keselamatan pemain di lapangan.

Melawan Korea Utara, sikap seperti itu bisa menjadi bumerang. Untuk beberapa tim, nama besarnya mungkin masih ampuh menggetarkan lawan. Namun, Korea Utara adalah tim yang tidak pandang bulu. Siapa pun yang membahayakan akan mereka jegal di tengah jalan.

Lihat saja performa mereka ketika melawan Brasil, 15 Juni silam. Saat itu, mereka sukses besar membuat Brasil frustrasi membobol gawang mereka. Brasil, yang akhirnya menang 2-1, dipaksa menunggu sampai menit ke-55 untuk mencetak gol pertama mereka.

Juga jangan lupa, satu gol balasan Korut terjadi ketika mereka dalam keadaan tertinggal 0-2 dan pertandingan cuma menyisakan satu menit (plus additional time dua menit).

Bila melawan Brasil saja Korut bisa begitu gigih dan menyulitkan, sulit bagi Portugal berharap bisa lebih mudah menangani lawan yang tak kenal takut dan tak mudah mengibarkan bendera damai itu.

Nah, bila melawan tim seperti itu Ronaldo masih berharap perlindungan wasit atau mencari-cari cara melindungi diri sendiri, risiko dianggap diving, diganjar kartu, atau diusir dari lapangan bukan lagi hal mustahil. (*)

Data dan Fakta Pertandingan
PORTUGAL vs KOREA UTARA

Stadion Cape Town, Cape Town, Senin (21/6/2010)
Siaran langsung GlobalTV, Senin pukul 18.30 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: