Pabrik Aksesoris Tabung Gas Ditutup


JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menutup gudang dan pabrik produsen aksesoris tabung gas elpiji pada saat melakukan sidak, karena tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tempat yang pertama adalah distributor aksesoris tabung gas di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat.
“Selang dan regulator tabung gas diduga tidak memenuhi standar. Bisa menyebabkan ledakan,” kata Kepala Sub Diretorat Pengawasan Barang Industi Kemendag Veri Anggrijonodi di Jakarta, Senin (14/6/2010).

Dari pabrik tersebut, menurutnya, telah ditemukan sebanyak 27 koli yang berisi beberapa jenis selang dan regulator tabung gas bermerek inisial SYT. Satu koli berisi 10-12 aksesoris yang berbeda. Selain selang dan regulator, merek SYT, jelasnya juga memproduksi perabot kebutuhan alat masak, seperti kompor listrik, steamer, dan dispenser.

Veri menjelaskan,pada kemasan regulator dan selang yang telah ditemukan, memang terdapat label SNI namun tanpa  kode. “SNI yang asli, seharusnya ada tanda SNI dan kodenya,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, juga tidak terdapat pengunci regulator dengan tabung gas. “Secara kasat mata sudah terlihat palsu. Saya bisa pastikan ini 110 persen palsu. Bentuknya saja ringkih begini. Kami amankan untuk tidak diedarkan,” ujarnya.

Salah seorang pekerja di pabrik Yopi mengungkapkan, aksesoris tabung gas yang berasal dari China tersebut, pada saat ini, masih diedarkan di wilayah Jakarta Pusat, seperti di kawasan Senen dan Kota.

Sementara itu, untuk tempat kedua yang memproduksi serta mengedarkan aksesoris tabung gas tanpa SNI terdapat di Kompleks Ruko Duta Indah di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara. Inisial merk yang diproduksi adalah INTL, MG, RN, HTC, SYT, dan TDC. Selain menyalahi SNI, produk-produk yang ditemukan itu juga diduga menggunakan merek palsu.

“Mereka memalsukan merek,” kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Inayat Iman.

Selanjutnya, Kemendag akan melakukan uji lab terhadap sampel barang yang ditemukan. Setidaknya, kata dia, ada lebih dari 6 ribu unit selang dan ribuan regulator yang ditemukan. “Kami langsung melakukan ‘crash programme’, karena sudah beredar selang yang tidak sesuai ketentuan,” ucapnya.

Inayat menuturkan, di dalam rumah gudang itu juga ditemukan sejumlah aksesoris tabung gas seperti selang dan regulator yang dikemas ulang dengan merek terkenal, yakni  Rinnai dan Hitachi. Inayat memperkirakan, produk itu sudah dijual di ritel modern. “Kami mengimbau agar sementara ini peritel tidak menjual merek tersebut,” ujarnya.

Inayat menambahkan, berbagai kasus tabung gas meledak yang terjadi, salah satunya dipicu oleh komponen-komponen tabung gas yang tak memiliki standar. “Yang disalahkan selalu tabung. Padahal regulator, dan aksesoris seperti ini juga banyak berperan,” tukas Inayat.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto menyambut baik kegiatan sidak yang dilakukan oleh Kemendag. Hal itu, menurutnya, merupakan bagian dari perlindungan konsumen yang harus dilakukan oleh pemerintah. “Asalkan, semuanya dilakukan dengan standar dan ukuran yang transparan. Namun berikan juga kesempatan yang jelas bagi pengusaha untuk membela diri,” kata Djimanto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: