2011, Produksi Kendaraan Ditargetkan Capai 1 Juta


JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan produksi kendaraan nasional akan mencapai lebih dari satu juta unit pada tahun depan.
Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memberi dukungan fiskal, yang di antaranya adalah pembebasan tarif bea masuk (BM) bagi bahan baku automotif yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

Kemenperin, lanjutnya, tengah mengajukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), agar sekira 1.000 jenis bahan baku nasional bisa dibebaskan BM-nya. Produksi sebesar satu juta unit tersebut, lanjut Budi, juga akan tercapai dengan peluang pasar dalam negeri yang cukup besar.

Hal ini, kata dia, didukung oleh daya beli masyarakat yang semakin tinggi, serta kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap produk automotif buatan dalam negeri. Ditambah lagi, lanjutnya, meningkatnya permintaan produk automotif di kawasan ASEAN.

”Masyarakat Indonesia sekarang lebih percaya buatan dalam negeri untuk first entry car, karena tidak mahal dan spare part terjamin, demand dari masyarakat makin kuat, konsumen untuk mobil pertama lebih percaya dalam negeri sehingga disarankan relokasi pabrik di indonesia aja, atau untuk mobil model baru sarankan bikin di Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, Budi mengatakan, juga didukung oleh kinerja beberapa perusahaan automotif nasional. Hingga saat ini, menurut Budi, perusahaan automotif sudah bekerja selama 24 jam penuh dengan dua shift setiap harinya. Hal ini, kata dia, menandakan terjadinya tambahan lembur.

”Jadi, lembur dari jam delapan malam sampai empat pagi, pakai full capacity untuk tingkatkan produksi sehingga disarankan tahun depan ekspansi pabrik baru karena kebijakan pemeritah yang kondusif dan perbaikan infrastruktur akan picu demand di ASEAN,” paparnya.

Budi mencontohkan, Toyota mobil berencana untuk meningkatkan line produksi dalam meningkatkan kapasitas produksi kembali.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, sebuah produsen mobil Nissan di Cikampek akan menambah kapasitas menjadi dua kali lipat.

“Kalau pasarnya setiap tahun sebesar 15 persen, paling tidak akan menaikkan kapasitasnya dua kali lipat. Sekarang kapasitas produksi Nissan 50 ribu unit per tahun,” kata Gunadi.

Namun, dia belum bisa memastikan berapa besar nilai investasi dari peningkatan jumlah produksi tersebut. “Belum akan tahun ini, jadi mulai tahun depan lah,” tukas Gunadi.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah industri assembling mobil  (R4) sebanyak  20 perusahaan,dan industri komponen sebesar 700 perusahaan. Produksi mobil (R4) tahun 2008 sebesar 600.884 unit, dan 2009  sebesar 464.816 unit, lima bulan pertama 2010 meningkat 53,87 persen dibanding periode sama di 2009.

Ekspor R4 di 2008 untuk secara utuh (Completely Built Up/CBU) sebesar 100.982 unit, sedangkan terurai (Completely Knocked Down/CKD) 103.710 set, komponen 311.066 pieces. Pada 2009 CBU 56.669 unit, CKD 53.140, komponen 232,648 pieces. Pada 2010, diperkirakan ekspor juga mengalami peningkatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: