Masalah Lain Inggris: Temperamen!


Akhirnya apa yang menjadi kekhawatiran Frank Lampard terbukti juga. Temperamen panas striker utama Inggris, Wayne Rooney, meledak saat uji coba melawan Platinum Star di Moruleng Stadium, Moruleng, Afrika Selatan, Senin (7/6) kemarin. Padahal pertandingan ini hanya uji coba–tepatnya latihan buat Inggris–lawannya pun cuma pemain-pemain lokal. Tapi Rooney menanggapinya dengan serius. Saking seriusnya, pemain Manchester United itu sampai-sampai diganjar kartu kuning lantaran menyemprot wasit dengan kata “F**k you”.

Wasit Jeff Selogilwe, wasit lokal yang disemprot Rooney, mengatakan jika Rooney tertingkah laku seperti itu saat Piala Dunia, dia pasti sudah dikartumerahkan. Untungnya pertandingan ini hanyalah uji coba. “Dia melecehkan saya. Dia mengatakan F**k you,” kata Selogilwe.

“Dia pemain yang bagus jika Anda melihatnya di TV. Tapi jika di lapangan, dia selalu melecehkan Anda. Dia harus belajar mengontrol emosinya. Dia akan diusir di Piala Dunia, terutama jika menggunakan bahsa seperti itu,” tambahnya.

Nah, hal ini sebenarnya sudah membuat Lampard ketar-ketir. Pemain 31 tahun itu mengatakan adalah sesuatu yang bodoh jika seorang pemain mendapat kartu merah terutama untuk hal-hal yang tak perlu. Apalagi bicara soal Rooney, Inggris sangat bergantung pada pemain berusia 24 ini. Rooney diindikasikan akan jadi penyerang utama Fabio Capello yang membidik gelar juara pertama bagi negara itu setelah 44 tahun.

Tapi dengan tingkah, kelakuan, temperamen, dan emosi seperti ini? Bisa gawat.

Para pemain Amerika Serikat yang jadi lawan pertama Inggris di Grup C, Sabtu (12/6) besok, sudah mengatakan bakal ‘mengganggu’ Rooney. Harapannya, Rooney emosi dan berbuat kekonyolan yang membuatnya terusir.

Emosi Rooney ini mengingatkan kejadian empat tahun lalu, di Piala Dunia 2006 Jerman. Penampilan terakhir Rooney berujung dengan kartu merah karena menginjak bek Portugal, Ricardo Carvalho, pada laga perempat final. Laga di FIFA World Cup Stadium, Gelsenkirchen, 1 Juli 2006, itu berakhir dengan tersingkirnya Inggris karena kalah adu penalti 3-1 (0-0).

Soal temperamen pemain memang jadi persoalan tersendiri bagi Inggris. Sebuah tim, seyogyanya terdiri dari 11 pemain. Kehilangan satu pemain tentunya bakal berakibat pada perubahan taktik, strategi, permainan, dan ujung-ujungnya hasil pertandingan.

Di tujuh Piala Dunia terakhir, 1966-2006, setidaknya ada 33 pemain Inggris pernah mendapat terkena kartu, tiga diantaranya adalah kartu merah. Yang perlu digarisbawahi, saat ketiga pemain ini diusir, semuanya berujung pada tersingkirnya Inggris.

Ray Wilkins menerima kartu merah di menit ke-42 saat menghadapi Maroko pada fase grup di Piala Dunia 1986. Padahal ia baru beberapa menit masuk menggantikan Bryan Robson yang keluar karena cedera bahu. Inggris memang lolos sampai babak perempat final namun kalah 1-2 dari Argentina yang kemudian menjadi juara.

Yang paling terkenal adalah kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998 Prancis. Beckham diusir pada menit ke-47 karena dianggap menendang kapten Argentina, Diego Simeone, saat kedua tim bertemu di babak 16 besar. Meski dari rekaman terlihat tak terlalu serius. Simeone sendiri kemudian mengaku ia sengaja ‘overacting’ agar Beckham diusir. Inggris harus melakoni pertandingan melelahkan selama 120 menit di Geoffroy Guichard, St Etienne, 30 Juni 1998, sebelum kalah adu penalti 4-3 (2-2).

Dan pemain ketiga, tebak? Yup, Rooney.

Semoga saja Rooney tak membuat ‘double’ di Piala Dunia kali ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: