Hulman-Koni Unggul Sementara


PEMATANG SIANTAR, KOMPAS.com – Pasangan Hulman Sitorus-Koni Siregar yang diusung lima partai politik, untuk sementara unggul dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Pematang Siantar. Sedangkan calon wali kota petahana RE Siahaan yang berpasangan dengan Burhan Saragih sementara meraih suara terbanyak kedua.

Berdasarkan rekapitulasi sementara yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Pematang Siantar, hingga pukul 19.00, Rabu (9/6/2010), Hulman-Koni meraih 17.645 suara, sedangkan RE Siahaan-Burhan meraih 15.203 suara. Jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi Panwaslu di enam kecamatan, dari delapan kecamatan yang ada di Pematang Siantar. Enam kecamatan yang telah selesai direkapitulasi adalah Marimbun, Marihat, Siantar Timur, Siantar Selatan, Siantar Barat dan Sitalasari, sementara dua kecamatan yang belum selesai direkapitulasi adalah Siantar Utara dan Martoba.

Pasangan Hulman-Koni unggul di enam kecamatan, sementara RE Siahaan-Burhan hanya unggul di Siantar Barat. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Pematang Siantar diikuti oleh 10 pasangan calon.

Menurut Ketua Panwaslu Pematang Siantar, Fetra C Tumanggor, meski relatif berlangsung aman, terdapat beberapa pelanggaran pilkada yang ditemukan pada hari pemungutan suara. “Rata-rata pelanggaran yang kami temukan saat pemungutan suara adalah, pemilih yang menggunakan formulir C6 atau surat undangan memilih bukan atas namanya, tetapi atas nama orang lain,” ujarnya.

Panwaslu Pematang Siantar menangkap 10 orang yang menggunakan formulir C6 atas nama orang lain. “Dari hasil pemeriksaan panwaslu memang mereka menggun akan formulir C6 tersebut karena pemiliknya tidak ada lagi di Pematang Siantar, sehingga dari pada tidak digunakan, pihak keluarga menyerahkannya ke anggota keluarga yang lain,” kata Fetra.

Salah satu pemilih yang ditangkap, lanjut Fitri, yang bersangkutan disuruh menggunakan formulir C6 oleh kerabatnya, karena pemilik formulir sudah tidak bertempat tinggal di Pematang Siantar. “Saya dapatnya dari bibi. Formulir itu atas nama anaknya yang sekarang mungkin berada di Balige. Saya memang disuruh milih calon tertentu, tetapi pilihan saya lain,” kata Fitri.

Sehari sebelum pemungutan suara, panwaslu Siantar juga mengirimkan surat ke KPU Pematang Siantar yang isinya agar pasangan RE Siahaan-Burhan dicoret dari pencalonan. Menurut Fetra, Burhan diketahui menggunakan ijazah palsu untuk sarjana hukumnya.

“Burhan melampirkan ijazah sarjana hukum dari Universitas Amir Hamzah Medan, tetapi kami mendapatkan surat dari perguruan tinggi yang bersangkutan bahwasanya Burhan tidak pernah kuliah di sana. Universitas Amir Hamzah juga tak pernah mengeluarkan ijazah atas nama Burhan Saragih. Selain itu, saat kami konfrontir langsung dengan Burhan terkait ijazah sarjana hukumnya, yang bersangkutan tidak mau menjawab,” ujarnya.

Ketua KPU Pematang Siantar, Raja Ingat Saragih mengakui telah menerima surat dari panwaslu. Namun KPU Pematang Siantar lanjut Raja tidak bisa serta merta mencoret RE Siahaan-Burhan. Sebab syarat administrasi minimal Burhan, yakni ijazah SLTA terpenuhi. “Kami hanya memberitahukan kepada pemilih dengan cara menempel pengumuman di TPS, bahwa Burhan tidak berhak menyandang gelar sarjana. Untuk soal ijazah palsu ini, kami laporkan Burhan ke polisi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: