Gula Mentah Siap Merembes ke Pasar


INILAH.COM, Jakarta – Untuk mengatasi kekurangan pasokan bahan baku tebu, pemerintah membuka impor gula mentah. Kesempatan ini biasanya dimanfaatkan untuk menyelundupkan raw sugar.

Ini gejala musiman yang selalu datang berebarengan dengan musim giling tebu tiba. Untuk mengatasi kemungkinan kekurangan bahan baku pabrik gula, Selasa (1/6) Kementrian Perdagangan membuka izin impor 115.000 ton gula mentah (raw sugar). Gula mentah itu didatangkan untuk menambal kekurangan pasokan tebu petani.

Perusahaan yang beruntung untuk mengimpor raw sugar adalah PT Laju Perdana Indah, PT Perkebunan Nusantara X, PT Industri Gula Nasional, dan Pabrik Gula Gorontalo.

Jumlah gula mentah yang boleh diimpor ini, menurut Diah Maulida, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Peranian dan Kelautan, telah disesuaikan dengan kebutuhan gula nasional yang tahun ini diperkirakan mencapai 2,7 juta ton.

Masalahnya, berbarengan dengan dibukanya impor gula mentah, ada sebagian orang yang mengimpor gula mentah secara gelap. Selanjutnya, gula mentah ilegal itu langsung dipasarkan ke masyarakat.

Toh, bentuknya tak jauh berbeda, apalagi gula mentah jenis refined sugar. Gula jenis ini hampir tidak bisa dibedakan dengan gula kristal putih. “Paling-paling, rasanya saja yang tidak terlalu manis,” kata seorang importir gula.

Bagi para penyelundup, menjual gula mentah ke pasaran jelas merupakan bisnis yang menggiurkan. Keuntungannya saja bisa mencapai 100%. Tapi, bagi konsumen, ini jelas membahayakan. Soalnya, gula mentah mengandung banyak sampah dan bakteri yang bisa merusak kesehatan.

Sementara buat para petani, masuknya gula mentah impor ini juga sangat mencemaskan. Arum Sabil, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), menyebutkan bahwa masuknya gula impor mentah melalui selundupan atau lewat manipulasi proses impor akan membuat harga gula di pasaran dalam negeri menjadi tertekan. “Ujung-ujungnya, harga tebu petani juga yang akan terpangkas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: