Afsel Siap Hadang Terorisme


CAPE TOWN – Aksi terorisme sempat mencemari persiapan Afrika Selatan menggelar Piala Dunia 2010. Namun, pihak kepolisian setempat (SAPS) dengan tegas menyatakan siap menghadang serangan tersebut.
Saat dipercaya FIFA menjadi tuan rumah, pada 2004 lalu, Afsel tengah memperingati satu dekade berlangsungnya demokrasi. Seperti diketahui, Afsel masih dalam masa pemulihan setelah 46 tahun terkungkung politik apartheid, yang memperlihatkan diskriminasi warga kulit hitam.

Tak heran jika Afsel begitu menjaga kepercayaan FIFA. SAPS pun enggan memberi kesempatan teroris mengacaukan kompetisi empat tahunan sepakbola paling akbar di dunia.

“Kami siap menjaga setiap even yang akan digelar dari serangan terorisme,” demikian tekad SAPS, yang disampaikan juru bicaranya, Vish Naidoo, seperti dilansir Reuters, Rabu (2/6/2010).

Demi menjaga kekhidmatan, pihak penyelenggara sudah menyediakan anggaran senilai USD180 juta khusus untuk persiapan keamanan Piala Dunia. Nominal tersebut juga termasuk anggaran peralatan pendukung berupa helikopter, water cannon, kendaraan patroli, dan tameng berlapis baja.

Persiapan ini terkait dengan tingginya angka kejahatan yang terjadi sejak 2004 lalu. Terutama di Gauteng, propinsi dengan jumlah penduduk 10,5 juta orang, serta dua venue Johannesburg dan Pretoria, dimana tercatat 1.940 angka kejahatan sepanjang 2008.

Naidoo menambahkan, SAPS siap menerjunkan 44 ribu aparat yang siap menjaga venue tempat berlangsungnya laga, wilayah perbatasan dan tempat keramaian. Bahkan, SAPS juga menyiapkan 100 ribu tenaga tambahan jika diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: